Lucky Charms Rainbow "Aufklarung": 2013

Senin, 14 Oktober 2013

Kisah Hidup Justin Bieber

Siapa yang tidak mengenal Justin Bieber?  Penyanyi muda yang tampan, memiliki suara bagus dan sering memenangkan penghargaan di berbagai ajang music Internasional ini merupakan idola dari hampir seluruh gadis belia di dunia. Tetapi siapa yang dapat menyangka bahwa penyanyi muda yang sangat terkenal ini tumbuh menjadi dewasa dalam sebuah  keluarga yang tidak utuh.
Justin dibesarkan oleh seorang ibu yang bernama Pattie Mallete yang memiliki masa lalu sangat kelam. Pattie merupakan korban pelecehan seksual sewaktu dia masih kecil dan bertumbuh dalam lingkungan keluarga yang hancur. Pada awal masa mudanya, dia mulai terlibat dengan alkohol dan obat-obatan. Tak lama kemudian dia juga lari dari rumahnya. Bahkan Pattie pernah mencoba bunuh diri namun berakhir di rumah sakit jiwa.
Nah, pada saat dia berada di rumah sakit itulah ada seorang pria yang mendatanginya dan mengatakan kepadanya tentang kasih Tuhan dan membantunya menerima Yesus untuk masuk ke dalam hatinya. Sungguh, jalan Tuhan bukan jalan manusia. Pada saat terpuruk itu, ibu dari Justin Beiber ini menerima Yesus.
“Saya tidak pernah menikah. Saya datang kepada Tuhan ketika umur saya 17, tapi setelah menerima Yesus, saya kembali lagi membuat keputusan yang salah dan hamil,” begitulah pengakuan dari Pattie. “Menyadari apa yang sudah saya lakukan, saya kembali kepada Tuhan dengan sepenuh hati, memohon pada-Nya untuk mengampuni saya. Ini benar-benar kesaksian yang nyata bagaimana pengampunan dan anugerah Tuhan. Dan bagaimana cinta umat Tuhan yang mereka tunjukkan pada saya.”
Ketika itu Pattie benar-benar menyerahkan hidupnya dalam tangan pengasihan Tuhan. Dan dia membesarkan Justin hanya seorang diri. Tapi ditengah kesendiriannya dia tetap berharap pada Tuhan dan selalu menanamkan nilai kekristenan pada Justin. Bahkan ketika Justin Beiber berumur lima atau enam tahun, dia mengatakan “Saya beritahu dia bahwa menerima Kristus haruslah keputusannya sendiri. Dia tidak bisa memutuskan hanya karena ibunya. Itu haruslah dari hatimu. Dan dia terus mengatakan pada saya bahwa dia mengerti. Dan ketika dia berumur delapan atau sembilan, dia mau dibaptis. Jadi, saya biarkan dia.”
Dan sebelum Beiber terkenal seperti saat ini, dia sempat menyanyikan lagu Kristen di YouTube. Dan setelah dia terkenal, dia juga menyanyikan satu dua lagu tentang imannya. Di bulan November tahun lalu, Justin menyanyikan “Pray” dimana lagu ini bercerita tentang kehidupan doanya dan mendengarkan suara Tuhan.
Kita dapat melihat perubahan yang luar biasa dalam kehidupan Pattie Mallette setelah dia memutuskan untuk menerima Kristus dalam hatinya.  Meskipun harus melewati banyak proses dalam hidupnya, dia tetap bertahan dan selalu berserah pada Tuhan.  Dan saat ini Tuhan bekerja luar biasa dalam kehidupannya dan Justin Bieber, anaknya.
Mungkin diantara kita masih ada yang merasa tidak layak untuk menerima Yesus dalam hati kita. Atau masih merasa tidak layak untuk hidup berdampingan dengan-Nya. Atau bahkan merasa tidak pantas untuk melayani-Nya.  Tapi Firman Tuhan dalam Yesaya 44:22 mengatakan “Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus Engkau!” Jadi jangan khawatir dan jangan takut.  Tuhan  sudah  menebus kita  dan  membayar dengan LUNAS semua dosa-dosa kita diatas kayu salib.  Dan seperti tema kita pada minggu ini, “Jadi siapa yang ada didalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5:17). Ketika kita sudah menerima Kristus dalam hati kita, kita merupakan ciptaan baru. Dan percayalah kita adalah anak-anak-Nya yang sangat Dia kasihi. Karna jika Dia tidak mengasihi kita, mana mungkin Dia rela mengorbankan nyawa-Nya diatas kayu salib untuk menebus semua kesalahan dan pelanggaran kita. Bukankah ini adalah bukti nyata dari kasih-Nya? Pertanyaannya sekarang ialah, apakah kita sudah merespon dengan baik panggilan-Nya dalam kehidupan kita? Dan sudahkah kita memberikan seluruh kehidupan kita untuk melayani-Nya?

(10 Oktober 2013 - @FriscaPanjaitan)

Kamis, 10 Oktober 2013

Filosofi Kerang Menjadi Mutiara

Sebuah filosofi sederhana tentang kesabaran yang ditunjukkan Tuhan Yesus Kristus pada makhlukNya. Yaa, pada makhlukNya. Sebuah “Kerang Mutiara” yang berada di dalamnya lautan. Siapa yang tidak mengenal Mutiara, benda kecil, putih, dan memiliki nilai keindahan dan nilai jual yang tinggi. Bahkan terkadang banyak kaum hawa yang memuja keindahannya. Namun, adakah yang tau asal muasalnya?
Kerang mutiara adalah jenis kerang yang termasuk dalam kelas bivalvia dalam moluska yang memakan benda-benda kecil di sekitarnya. Pada proses makan tersebut, secara tidak sengaja masuklah sebutir pasir kecil ke dalam tubuhnya. Bagi manusia, sebutir pasir kecil tidaklah bermasalah, namun bagi makhluk kecil ini, pasir yang masuk ke tubuhnya merupakan suatu kesakitan yang luar biasa. Namun, si kerang kecil ini tidaklah mengeluh, bahkan ia menerimanya dan merawatnya (tidak hanya berjam-jam atau berhari-hari, namun berbulan-bulan ia merawatnya). Namun ternyata pasir tersebut tidak juga keluar dari tubuhnya. Bahkan semakin hari rasa sakit itu semakin menjadi-jadi. Namun ia tetap sabar dan tidak mengeluh. Sampai tiba suatu masa dimana rasa sakit itu memuncak karna si kerang menyadari bahwa pasir yang masuk ke dalm tubuhnya tumbuh semakin besar (Karna pengaruh lendir atau zat-zat di dalam tubuh kerang yang breaksi dengan pasir). Namun, penantian si kerang agar rasa sakit itu sirna akhirnya terjawab ketika seorang penyelam masuk dan mengambil benda kecil dalam tubuhnya (Yang kemudian dikenal sebagai mutiara).

Pengalaman yang bisa kita ambil dari kisah si kerang mutiara adalah tentang kesabarannya. Ketika pasir masuk ke dalam tubuhnya, timbullah masalah karena rasa sakit yang ditimbulkan si pasir tersebut. Namun si kerang menerimanya bahkan merawatnya sambil mencari jalan keluar agar si pasir bisa keluar dari tubuhnya (hal ini bisa kita analogikan sebagai masalah yang harus kita terima terlebih dahulu dan jangan berkeluh kesah, sambil tetapi kita harus mencari jalan keluarnya). Tahukah kamu bahwa setiap masalah yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita bukan dengan tanpa tujuan. Seperti yang tertulisa dalam Matius 11:28 “ Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan padmu.” Tuhan ingin kita datang pada-Nya dan menyerahkan kehidupan kita sepenuhnya pad Dia dan membiarkan Dia membentuk kita menjadi seorang pribadi yang lebih baik lagi. Tuhan ingin kita menjadi alat kemuliaan-Nya yang selalu menyenangkan hati-Nya.
Ketika pasir yang merupakan sumber masalah bagi si kerang itu sirna, maka hilanglah rasa sakitnya dan kemudian rasa sakit itu berbuah menjadi sebuah mutiara yang indah dan menjadikan sebuah kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya.
                Tetaplah bersabar dan berserah hanya pada Tuhan dalam setiap pergumulan yang sedang dan akan kamu hadapi. Karna Tuhan selalu setia menantimu untuk datang kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

(3 Oktober 2013 - @FriscaPanjaitan)

Sabtu, 10 Agustus 2013

Mempelai Surgawi

Begitu sulitnya menerka dimensi kehidupanku
Yang tatkala membuat asaku semakin merapuh
Melebur seiring nafas yang terhembus
Aku terkulai, aku terpaku

Jangan Biarkan Cinta-Nya Bertepuk Sebelah Tangan

       “Kamu pernah jatuh cinta ga?”  Tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulut teman baruku. Dengan mudahnya aku menjawab “Yaa pasti pernahlah. Bahkan saat ini aku memang sedang jatuh cinta.” Kemudian dia bertanya kembali, “Seperti apa sih rasanya jatuh cinta?” Dan untuk pertanyaan yang satu ini aku benar-benar butuh waktu beberapa detik untuk menjawabnya. Kemudian aku menjawab sambil berpikir “Mmmhh... Seperti apa yaa. Aku tidak tahu persis rasanya seperti apa. Yang jelas ketika kita berada di dekat orang yang kita cintai tuh nyaman dan bahagia. Walaupun orang itu kadang membuat kita kecewa tapi kita tetap ingin berada di sampingnya.”
       Aku jadi ingat gimana dulu aku jatuh cinta sama satu Pribadi yang benar-benar membuat aku speechless. Dia itu Pribadi yang baik hati, murah kasih, penyabar dan pengertian. Benar-benar sosok Pribadi yang aku butuhkan untuk melengkapi hidupku yang saat itu dapat dikatakan tidak sempurna.

Selasa, 09 Juli 2013

Menikmati Proses Tuhan

Setiap orang pasti pernah mengalami pencobaan dalam hidupnya. Dan sebagian dari mereka menganggap bahwa itu adalah musibah atau bencana. Tapi sebagiannya lagi menganggap bahwa itu merupakan proses dari Tuhan.

Kenapa sih kita harus diproses sama Tuhan?

Menurutku Tuhan itu punya alasan kenapa kita harus diproses dalam kehidupan kita.
Alasannyan yaitu:

1. Karna Anak Tuhan Bukan Anak Gampangan

Semua di dunia ini tuh tidak ada yang instan. Bahkan mie instan yang judulnya merupakan makanan instan aja  harus melewati beberapa proses dulu kalau mau terasa enak saat dinikmati, yaitu harus dimasak terlebih dahulu, di campur dengan bumbu kemudian diaduk-aduk. Apalagi kita anak-anak Tuhan yang bukan merupakan anak-anak instan, oleh karna itu kita pasti mengalami proses dari Tuhan.
Ibrani 12:8 "Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang." Dalam ayat ini dikatakan jika kita bebas dari ganjaran tandanya kita itu adalah anak-anak gampang. Jadi kalau saat ini kita sedang mengalami proses dari Tuhan, berbahagia dan berbanggalah. Karna tandanya kita bukan anak-anak gampangan.


Minggu, 10 Maret 2013

Hatiku Telah Memilih Untuk Mencintaimu

Mencintaimu bukanlah pilihan
Ini diluar kendali rasaku
Tapi jika ini memang pilihan
Ku kan tetap memilih untuk mencintaimu

Mencintaimu mengajarkanku segalanya
Tentang ketulusan dan kesabaran
Ini memang tak mudah
Tapi aku terlanjur mencintai saat ku mencintaimu
 

This Template Was Found On Elfrida Chania's Blog. Copyrights 2011.