“Kamu pernah jatuh cinta ga?”
Tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulut teman baruku. Dengan mudahnya aku
menjawab “Yaa pasti pernahlah. Bahkan saat ini aku memang sedang jatuh
cinta.” Kemudian dia bertanya kembali, “Seperti apa sih
rasanya jatuh cinta?” Dan untuk pertanyaan yang satu ini aku
benar-benar butuh waktu beberapa detik untuk menjawabnya. Kemudian aku menjawab
sambil berpikir “Mmmhh... Seperti apa yaa. Aku tidak tahu persis
rasanya seperti apa. Yang jelas ketika kita berada di dekat orang yang kita
cintai tuh nyaman dan bahagia. Walaupun orang itu kadang membuat kita kecewa
tapi kita tetap ingin berada di sampingnya.”
Aku jadi ingat gimana dulu aku jatuh cinta sama
satu Pribadi yang benar-benar membuat aku speechless. Dia itu
Pribadi yang baik hati, murah kasih, penyabar dan pengertian. Benar-benar sosok
Pribadi yang aku butuhkan untuk melengkapi hidupku yang saat itu dapat
dikatakan tidak sempurna.
Yaa benar sekali, Dia adalah Yesus. Kejadiannya adalah ketika aku mengikuti
kegiatan retreat mahasiswa baru tanggal 5 November 2010 lalu. Saat itu aku
ditantang untuk menerima Kristus masuk ke dalam hatiku. Kemudian aku
meresponnya dengan membuka hatiku untuk Pribadi yang akan berkuasa dalam hatiku
dan setelah itu semuanya mendadak berubah.
Saat itu aku flashback akan
dosa-dosa yang sudah ku lakukan sepanjang hidupku. Aku merasa tidak layak hidup
berdampingan dengan-Nya. Aku merasa tidak berarti. Tapi tiba-tiba aku
mendapatkan sebuah ayat yang meyakinkan aku bahwa dosaku telah ditebus dan ayat
itu masih aku ingat sampai saat ini, yaitu Yesaya 44 : 22 “Aku telah
menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan
segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-KU, sebab AKU telah
menebus engkau.” Saat itu juga aku mohon ampun pada Tuhan dan memutuskan untuk kembali
pada-Nya. Tuhan juga mengingatkanku tentang hubunganku dengan seseorang. Dia
adalah pacarku yang sudah satu tahun lebih menjalin hubungan bersamaku dan dia
bukanlah orang Kristen. Aku merasa bahwa tidak mungkin sekali ketika Kristus
sudah berada dihatiku tapi aku masih mencintai orang yang sama sekali belum
mengenal Kristus. Bagaimanapun terang tidak dapat bersatu dengan gelap (2
Korintus 6:14). Dan aku juga tidak mungkin menjalani hidupku dengan hati yang
selalu mendua. Aku merasa hidupku pasti tidak akan tenang jika aku tetap
mempertahankannya (Yakobus 1:8). Tidak lama setelah kejadian itu, aku
memutuskan hubunganku dengannya. Mungkin memang sulit sekali ketika kita
diharuskan berpisah dengan orang yang kita cintai. Tapi jika dibandingkan aku
harus kehilangan Yesus dalam hidupku, aku lebih baik kehilangan dia. Jadi kalo
mungkin saat ini ada diantara kalian yang masih memiliki gebetan atau bahkan
pacar yang bukan orang Kristen, coba dipikir-pikir lagi deh. Seberapa
berharganya sih orang itu jika dibandingkan Tuhan yang telah memberikan nafas
kehidupan pada kita sampai saat ini? Lebih besar mana cinta orang itu padamu
dibandingkan Tuhan yang telah mengorbankan nyawa-Nya diatas kayu salib sebagai
wujud nyata dari cinta-Nya yang luar biasa pada kita? (Yohanes 3:16)
Tidak terasa sudah 2 tahun lebih aku menjalani hidup dengan Yesus dan tak
pernah sekalipun Dia meninggalkan aku. Walaupun aku seringkali aku
mengecewakan-Nya, tapi Dia tetap setia menyertaiku disepanjang hidupku. Banyak
hal-hal baru yang aku dapatkan ketika Dia berada dalam hidupku. Aku mengalami
proses-proses yang menurutku sangat sulit untuk ku hadapi. Tapi aku diingatkan
oleh Firman Tuhan di 1 Korintus 10:13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami
ialah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia
dan karena itu IA tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada
waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu
dapat menanggungnya.”
Banyak hal yang ga bisa ku mengerti kenapa Tuhan menempatkanku
diposisi-posisi yang tak terduga. Bahkan menurutku posisi yang tidak pantas
untukku. Ketika ku diangkat menjadi pengurus di PCP tahun lalu, aku diputuskan
untuk menjabat sebagai anggota bidang doa. Saat itu aku merasa, kenapa harus di
bidang doa sih, kenapa ga dibidang medsar aja yang memang talentaku? Tapi
seiring berjalannya waktu, aku jadi benar-benar mengerti maksud Tuhan. Tuhan
ingin aku lebih banyak berkomunikasi dengan-Nya melalui doa-doaku dan aku jadi
lebih berani untuk berdoa didepan umum. Tidak berhenti sampai situ, kemudian
aku dipilih menjadi Koordinator paskah. Sungguh tidak dapat ku bayangkan
perasaanku saat itu, benar-benar mengejutkan sekali rencana Tuhan dalam
hidupku. Memimpin sebuah bidang di momentum saja sudah terasa sulit bagiku, apalagi
memimpin sebuah momentum yang menurutku sangat besar. Tapi aku yakin, “Tuhan
yang memilihku, Tuhan jugalah yang akan memampukan aku dan memperlengkapi
segala kekurangan yang ada padaku.” Benar saja, puji Tuhan akhirnya Paskah dan
Bakti Sosial PO Unsada tahun ini berjalan lancar dan penuh sukacita. Sebenarnya
masih banyak lagi pengalamanku rohaniku bersama Pribadi yang sungguh spesial
ini. Tapi tidak mungkin ku ceritakan semuanya kan, karna pasti bidang medsar
akan memprotesku. Hehehe
Menurutku cinta itu adalah ketika seseorang berani mengorbankan apapun
termasuk nyawanya untuk dapat memiliki orang yang dia cintai. Dia akan tetap
setia menunggu orang yang dia cintai di suatu tempat, hingga nanti suatu saat
orang yang dia cintai itu dapat bersama-sama dengannya untuk menikmati
kebahagiaan. Menurutku tidak ada cinta yang lebih besar dari cinta Yesus pada
kita sehingga Dia merelakan nyawa-Nya untuk menebus dosa kita agar kita dapat
menjadi milik-Nya dan Dia tetap setia menunggu kita di Surga untuk bersama-sama
dengan Dia di kebahagiaan yang abadi. So, masihkah kita menyia-nyiakan
cinta-Nya pada kita dan membiarkan cinta-Nya bertepuk sebelah tangan? Maukah
kita membalas cinta-Nya dengan memberikan hidup kita juga untuk
menyenangkan-Nya disepanjang hidup kita sampai nanti Dia datang ke dunia ini
untuk menjemput kita ke tempat penuh kebahagiaan yang kekal?
Aku dan Yesus sangat mencintaimu

0 komentar:
Posting Komentar