Lucky Charms Rainbow "Aufklarung": Jangan Biarkan Cinta-Nya Bertepuk Sebelah Tangan

Sabtu, 10 Agustus 2013

Jangan Biarkan Cinta-Nya Bertepuk Sebelah Tangan

       “Kamu pernah jatuh cinta ga?”  Tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulut teman baruku. Dengan mudahnya aku menjawab “Yaa pasti pernahlah. Bahkan saat ini aku memang sedang jatuh cinta.” Kemudian dia bertanya kembali, “Seperti apa sih rasanya jatuh cinta?” Dan untuk pertanyaan yang satu ini aku benar-benar butuh waktu beberapa detik untuk menjawabnya. Kemudian aku menjawab sambil berpikir “Mmmhh... Seperti apa yaa. Aku tidak tahu persis rasanya seperti apa. Yang jelas ketika kita berada di dekat orang yang kita cintai tuh nyaman dan bahagia. Walaupun orang itu kadang membuat kita kecewa tapi kita tetap ingin berada di sampingnya.”
       Aku jadi ingat gimana dulu aku jatuh cinta sama satu Pribadi yang benar-benar membuat aku speechless. Dia itu Pribadi yang baik hati, murah kasih, penyabar dan pengertian. Benar-benar sosok Pribadi yang aku butuhkan untuk melengkapi hidupku yang saat itu dapat dikatakan tidak sempurna.

Yaa benar sekali, Dia adalah Yesus. Kejadiannya adalah ketika aku mengikuti kegiatan retreat mahasiswa baru tanggal 5 November 2010 lalu. Saat itu aku ditantang untuk menerima Kristus masuk ke dalam hatiku.  Kemudian aku meresponnya dengan membuka hatiku untuk Pribadi yang akan berkuasa dalam hatiku dan setelah itu semuanya mendadak berubah.
        Saat itu aku flashback akan dosa-dosa yang sudah ku lakukan sepanjang hidupku. Aku merasa tidak layak hidup berdampingan dengan-Nya. Aku merasa tidak berarti. Tapi tiba-tiba aku mendapatkan sebuah ayat yang meyakinkan aku bahwa dosaku telah ditebus dan ayat itu masih aku ingat sampai saat ini, yaitu Yesaya 44 : 22 “Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-KU, sebab AKU telah menebus engkau.” Saat itu juga aku mohon ampun pada Tuhan dan memutuskan untuk kembali pada-Nya. Tuhan juga mengingatkanku tentang hubunganku dengan seseorang. Dia adalah pacarku yang sudah satu tahun lebih menjalin hubungan bersamaku dan dia bukanlah orang Kristen. Aku merasa bahwa tidak mungkin sekali ketika Kristus sudah berada dihatiku tapi aku masih mencintai orang yang sama sekali belum mengenal Kristus. Bagaimanapun terang tidak dapat bersatu dengan gelap (2 Korintus 6:14). Dan aku juga tidak mungkin menjalani hidupku dengan hati yang selalu mendua. Aku merasa hidupku pasti tidak akan tenang jika aku tetap mempertahankannya (Yakobus 1:8). Tidak lama setelah kejadian itu, aku memutuskan hubunganku dengannya. Mungkin memang sulit sekali ketika kita diharuskan berpisah dengan orang yang kita cintai. Tapi jika dibandingkan aku harus kehilangan Yesus dalam hidupku, aku lebih baik kehilangan dia. Jadi kalo mungkin saat ini ada diantara kalian yang masih memiliki gebetan atau bahkan pacar yang bukan orang Kristen, coba dipikir-pikir lagi deh. Seberapa berharganya sih orang itu jika dibandingkan Tuhan yang telah memberikan nafas kehidupan pada kita sampai saat ini? Lebih besar mana cinta orang itu padamu dibandingkan Tuhan yang telah mengorbankan nyawa-Nya diatas kayu salib sebagai wujud nyata dari cinta-Nya yang luar biasa pada kita? (Yohanes 3:16)
Tidak terasa sudah 2 tahun lebih aku menjalani hidup dengan Yesus dan tak pernah sekalipun Dia meninggalkan aku. Walaupun aku seringkali aku mengecewakan-Nya, tapi Dia tetap setia menyertaiku disepanjang hidupku. Banyak hal-hal baru yang aku dapatkan ketika Dia berada dalam hidupku. Aku mengalami proses-proses yang menurutku sangat sulit untuk ku hadapi. Tapi aku diingatkan oleh Firman Tuhan di 1 Korintus 10:13 “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu IA tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” 
Banyak hal yang ga bisa ku mengerti kenapa Tuhan menempatkanku diposisi-posisi yang tak terduga. Bahkan menurutku posisi yang tidak pantas untukku. Ketika ku diangkat menjadi pengurus di PCP tahun lalu, aku diputuskan untuk menjabat sebagai anggota bidang doa. Saat itu aku merasa, kenapa harus di bidang doa sih, kenapa ga dibidang medsar aja yang memang talentaku? Tapi seiring berjalannya waktu, aku jadi benar-benar mengerti maksud Tuhan. Tuhan ingin aku lebih banyak berkomunikasi dengan-Nya melalui doa-doaku dan aku jadi lebih berani untuk berdoa didepan umum. Tidak berhenti sampai situ, kemudian aku dipilih menjadi Koordinator paskah. Sungguh tidak dapat ku bayangkan perasaanku saat itu, benar-benar mengejutkan sekali rencana Tuhan dalam hidupku. Memimpin sebuah bidang di momentum saja sudah terasa sulit bagiku, apalagi memimpin sebuah momentum yang menurutku sangat besar. Tapi aku yakin, “Tuhan yang memilihku, Tuhan jugalah yang akan memampukan aku dan memperlengkapi segala kekurangan yang ada padaku.” Benar saja, puji Tuhan akhirnya Paskah dan Bakti Sosial PO Unsada tahun ini berjalan lancar dan penuh sukacita. Sebenarnya masih banyak lagi pengalamanku rohaniku bersama Pribadi yang sungguh spesial ini. Tapi tidak mungkin ku ceritakan semuanya kan, karna pasti bidang medsar akan memprotesku. Hehehe
Menurutku cinta itu adalah ketika seseorang berani mengorbankan apapun termasuk nyawanya untuk dapat memiliki orang yang dia cintai. Dia akan tetap setia menunggu orang yang dia cintai di suatu tempat, hingga nanti suatu saat orang yang dia cintai itu dapat bersama-sama dengannya untuk menikmati kebahagiaan. Menurutku tidak ada cinta yang lebih besar dari cinta Yesus pada kita sehingga Dia merelakan nyawa-Nya untuk menebus dosa kita agar kita dapat menjadi milik-Nya dan Dia tetap setia menunggu kita di Surga untuk bersama-sama dengan Dia di kebahagiaan yang abadi. So, masihkah kita menyia-nyiakan cinta-Nya pada kita dan membiarkan cinta-Nya bertepuk sebelah tangan? Maukah kita membalas cinta-Nya dengan memberikan hidup kita juga untuk menyenangkan-Nya disepanjang hidup kita sampai nanti Dia datang ke dunia ini untuk menjemput kita ke tempat penuh kebahagiaan yang kekal?

Aku dan Yesus sangat mencintaimu



0 komentar:

 

This Template Was Found On Elfrida Chania's Blog. Copyrights 2011.