Siapa yang tidak mengenal Justin
Bieber? Penyanyi muda yang tampan, memiliki suara bagus dan sering
memenangkan penghargaan di berbagai ajang music Internasional ini merupakan
idola dari hampir seluruh gadis belia di dunia. Tetapi siapa yang dapat menyangka
bahwa penyanyi muda yang sangat terkenal ini tumbuh menjadi dewasa dalam
sebuah keluarga yang tidak utuh.
Justin dibesarkan oleh seorang ibu yang
bernama Pattie Mallete yang memiliki masa lalu sangat kelam. Pattie merupakan korban pelecehan seksual sewaktu dia
masih kecil dan bertumbuh dalam lingkungan keluarga yang hancur. Pada awal masa
mudanya, dia mulai terlibat dengan alkohol dan obat-obatan. Tak lama kemudian
dia juga lari dari rumahnya. Bahkan Pattie pernah mencoba bunuh diri namun
berakhir di rumah sakit jiwa.
Nah, pada saat dia berada
di rumah sakit itulah ada seorang pria yang mendatanginya dan mengatakan
kepadanya tentang kasih Tuhan dan membantunya menerima Yesus untuk masuk ke
dalam hatinya. Sungguh, jalan Tuhan bukan jalan manusia. Pada saat terpuruk
itu, ibu dari Justin Beiber ini menerima Yesus.
“Saya tidak pernah
menikah. Saya datang kepada Tuhan ketika umur saya 17, tapi setelah menerima
Yesus, saya kembali lagi membuat keputusan yang salah dan hamil,” begitulah
pengakuan dari Pattie. “Menyadari apa yang sudah saya lakukan, saya kembali
kepada Tuhan dengan sepenuh hati, memohon pada-Nya untuk mengampuni saya. Ini
benar-benar kesaksian yang nyata bagaimana pengampunan dan anugerah Tuhan. Dan
bagaimana cinta umat Tuhan yang mereka tunjukkan pada saya.”
Ketika itu Pattie
benar-benar menyerahkan hidupnya dalam tangan pengasihan Tuhan. Dan dia
membesarkan Justin hanya seorang diri. Tapi ditengah kesendiriannya dia tetap
berharap pada Tuhan dan selalu menanamkan nilai kekristenan pada Justin. Bahkan
ketika Justin Beiber berumur lima atau enam tahun, dia mengatakan “Saya
beritahu dia bahwa menerima Kristus haruslah keputusannya sendiri. Dia tidak
bisa memutuskan hanya karena ibunya. Itu haruslah dari hatimu. Dan dia
terus mengatakan pada saya bahwa dia mengerti. Dan ketika dia berumur delapan
atau sembilan, dia mau dibaptis. Jadi, saya biarkan dia.”
Dan sebelum Beiber
terkenal seperti saat ini, dia sempat menyanyikan lagu Kristen di YouTube. Dan
setelah dia terkenal, dia juga menyanyikan satu dua lagu tentang imannya. Di
bulan November tahun lalu, Justin menyanyikan “Pray” dimana lagu ini bercerita
tentang kehidupan doanya dan mendengarkan suara Tuhan.
Kita dapat melihat
perubahan yang luar biasa dalam kehidupan Pattie Mallette setelah dia
memutuskan untuk menerima Kristus dalam hatinya. Meskipun harus melewati
banyak proses dalam hidupnya, dia tetap bertahan dan selalu berserah pada
Tuhan. Dan saat ini Tuhan bekerja luar biasa dalam kehidupannya dan Justin
Bieber, anaknya.
Mungkin diantara kita
masih ada yang merasa tidak layak untuk menerima Yesus dalam hati kita. Atau
masih merasa tidak layak untuk hidup berdampingan dengan-Nya. Atau bahkan
merasa tidak pantas untuk melayani-Nya. Tapi Firman Tuhan dalam Yesaya
44:22 mengatakan “Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut
diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah
kepada-Ku, sebab Aku telah menebus Engkau!” Jadi jangan khawatir dan jangan
takut. Tuhan sudah menebus kita dan membayar
dengan LUNAS semua dosa-dosa kita diatas kayu salib. Dan seperti tema
kita pada minggu ini, “Jadi siapa yang ada didalam Kristus, ia adalah ciptaan
baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus
5:17). Ketika kita sudah menerima Kristus dalam hati kita, kita merupakan
ciptaan baru. Dan percayalah kita adalah anak-anak-Nya yang sangat Dia kasihi.
Karna jika Dia tidak mengasihi kita, mana mungkin Dia rela mengorbankan
nyawa-Nya diatas kayu salib untuk menebus semua kesalahan dan pelanggaran kita.
Bukankah ini adalah bukti nyata dari kasih-Nya? Pertanyaannya sekarang ialah,
apakah kita sudah merespon dengan baik panggilan-Nya dalam kehidupan kita? Dan
sudahkah kita memberikan seluruh kehidupan kita untuk melayani-Nya?
(10 Oktober 2013 -
@FriscaPanjaitan)

0 komentar:
Posting Komentar