Sebuah filosofi sederhana tentang kesabaran
yang ditunjukkan Tuhan Yesus Kristus pada makhlukNya. Yaa, pada makhlukNya.
Sebuah “Kerang Mutiara” yang berada di dalamnya lautan. Siapa yang tidak
mengenal Mutiara, benda kecil, putih, dan memiliki nilai keindahan dan nilai
jual yang tinggi. Bahkan terkadang banyak kaum hawa yang memuja keindahannya.
Namun, adakah yang tau asal muasalnya?
Kerang mutiara adalah jenis kerang yang
termasuk dalam kelas bivalvia dalam moluska yang memakan benda-benda kecil di
sekitarnya. Pada proses makan tersebut, secara tidak sengaja masuklah sebutir
pasir kecil ke dalam tubuhnya. Bagi manusia, sebutir pasir kecil tidaklah
bermasalah, namun bagi makhluk kecil ini, pasir yang masuk ke tubuhnya
merupakan suatu kesakitan yang luar biasa. Namun, si kerang kecil ini tidaklah
mengeluh, bahkan ia menerimanya dan merawatnya (tidak hanya berjam-jam atau
berhari-hari, namun berbulan-bulan ia merawatnya). Namun ternyata pasir
tersebut tidak juga keluar dari tubuhnya. Bahkan semakin hari rasa sakit itu
semakin menjadi-jadi. Namun ia tetap sabar dan tidak mengeluh. Sampai tiba
suatu masa dimana rasa sakit itu memuncak karna si kerang menyadari bahwa pasir
yang masuk ke dalm tubuhnya tumbuh semakin besar (Karna pengaruh lendir atau
zat-zat di dalam tubuh kerang yang breaksi dengan pasir). Namun, penantian si
kerang agar rasa sakit itu sirna akhirnya terjawab ketika seorang penyelam
masuk dan mengambil benda kecil dalam tubuhnya (Yang kemudian dikenal sebagai
mutiara).
Pengalaman yang bisa kita ambil dari kisah si
kerang mutiara adalah tentang kesabarannya. Ketika pasir masuk ke dalam
tubuhnya, timbullah masalah karena rasa sakit yang
ditimbulkan si pasir tersebut. Namun si kerang menerimanya bahkan merawatnya
sambil mencari jalan keluar agar si pasir bisa keluar dari tubuhnya (hal ini
bisa kita analogikan sebagai masalah yang harus kita terima terlebih dahulu dan
jangan berkeluh kesah, sambil tetapi kita harus mencari jalan keluarnya).
Tahukah kamu bahwa setiap masalah yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita bukan
dengan tanpa tujuan. Seperti yang tertulisa dalam Matius 11:28 “ Datanglah
kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan
padmu.” Tuhan ingin kita datang pada-Nya dan menyerahkan kehidupan kita
sepenuhnya pad Dia dan membiarkan Dia membentuk kita menjadi seorang pribadi
yang lebih baik lagi. Tuhan ingin kita menjadi alat kemuliaan-Nya yang selalu
menyenangkan hati-Nya.
Ketika pasir yang merupakan sumber masalah
bagi si kerang itu sirna, maka hilanglah rasa sakitnya dan kemudian rasa sakit
itu berbuah menjadi sebuah mutiara yang indah dan menjadikan sebuah kebanggaan
tersendiri bagi pemiliknya.
Tetaplah
bersabar dan berserah hanya pada Tuhan dalam setiap pergumulan yang sedang dan
akan kamu hadapi. Karna Tuhan selalu setia menantimu untuk datang kepada-Nya.
Tuhan Yesus memberkati.
(3 Oktober 2013 - @FriscaPanjaitan)

0 komentar:
Posting Komentar