Lucky Charms Rainbow "Aufklarung": Filosofi Kerang Menjadi Mutiara

Kamis, 10 Oktober 2013

Filosofi Kerang Menjadi Mutiara

Sebuah filosofi sederhana tentang kesabaran yang ditunjukkan Tuhan Yesus Kristus pada makhlukNya. Yaa, pada makhlukNya. Sebuah “Kerang Mutiara” yang berada di dalamnya lautan. Siapa yang tidak mengenal Mutiara, benda kecil, putih, dan memiliki nilai keindahan dan nilai jual yang tinggi. Bahkan terkadang banyak kaum hawa yang memuja keindahannya. Namun, adakah yang tau asal muasalnya?
Kerang mutiara adalah jenis kerang yang termasuk dalam kelas bivalvia dalam moluska yang memakan benda-benda kecil di sekitarnya. Pada proses makan tersebut, secara tidak sengaja masuklah sebutir pasir kecil ke dalam tubuhnya. Bagi manusia, sebutir pasir kecil tidaklah bermasalah, namun bagi makhluk kecil ini, pasir yang masuk ke tubuhnya merupakan suatu kesakitan yang luar biasa. Namun, si kerang kecil ini tidaklah mengeluh, bahkan ia menerimanya dan merawatnya (tidak hanya berjam-jam atau berhari-hari, namun berbulan-bulan ia merawatnya). Namun ternyata pasir tersebut tidak juga keluar dari tubuhnya. Bahkan semakin hari rasa sakit itu semakin menjadi-jadi. Namun ia tetap sabar dan tidak mengeluh. Sampai tiba suatu masa dimana rasa sakit itu memuncak karna si kerang menyadari bahwa pasir yang masuk ke dalm tubuhnya tumbuh semakin besar (Karna pengaruh lendir atau zat-zat di dalam tubuh kerang yang breaksi dengan pasir). Namun, penantian si kerang agar rasa sakit itu sirna akhirnya terjawab ketika seorang penyelam masuk dan mengambil benda kecil dalam tubuhnya (Yang kemudian dikenal sebagai mutiara).

Pengalaman yang bisa kita ambil dari kisah si kerang mutiara adalah tentang kesabarannya. Ketika pasir masuk ke dalam tubuhnya, timbullah masalah karena rasa sakit yang ditimbulkan si pasir tersebut. Namun si kerang menerimanya bahkan merawatnya sambil mencari jalan keluar agar si pasir bisa keluar dari tubuhnya (hal ini bisa kita analogikan sebagai masalah yang harus kita terima terlebih dahulu dan jangan berkeluh kesah, sambil tetapi kita harus mencari jalan keluarnya). Tahukah kamu bahwa setiap masalah yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita bukan dengan tanpa tujuan. Seperti yang tertulisa dalam Matius 11:28 “ Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan padmu.” Tuhan ingin kita datang pada-Nya dan menyerahkan kehidupan kita sepenuhnya pad Dia dan membiarkan Dia membentuk kita menjadi seorang pribadi yang lebih baik lagi. Tuhan ingin kita menjadi alat kemuliaan-Nya yang selalu menyenangkan hati-Nya.
Ketika pasir yang merupakan sumber masalah bagi si kerang itu sirna, maka hilanglah rasa sakitnya dan kemudian rasa sakit itu berbuah menjadi sebuah mutiara yang indah dan menjadikan sebuah kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya.
                Tetaplah bersabar dan berserah hanya pada Tuhan dalam setiap pergumulan yang sedang dan akan kamu hadapi. Karna Tuhan selalu setia menantimu untuk datang kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

(3 Oktober 2013 - @FriscaPanjaitan)

0 komentar:

 

This Template Was Found On Elfrida Chania's Blog. Copyrights 2011.